Tentang Perpisahan
Ada sebuah tebak tebakan : apa penyebab utama perceraian? Ketika saya tanyakan pada teman-teman saya, mereka sepakat bahwa penyebab utama perceraian adalah ketidakcocokan. Jawaban tebak tebakan ini, penyebab utama perceraian adalah pernikahan.
Sebuah tebak tebakan yang menggelitik memang, tetapi jika kita berfikir sedikit lebih luas, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik. Saya jabarkan pertanyaan di atas secara lebih luas, apa penyebab utama perpisahan? Ya, pertemuan. Resiko dari setiap kepemilikan adalah kehilangannya. Resiko dari setiap eksistensi adalah ketiadaannya. Sejak awal seharusnya kita sudah pahami. Sejak bertemu dengan seseorang kita sadar bahwa perpisahan mungkin terjadi. Sejak membeli suatu barang kita sadar bahwa barang tersebut akan rusak ataupun hilang. Sejak berada dalam sebuah keluarga kita sadar akan ada saat kita tidak bisa berjumpa dengan mereka lagi. Sejak menyayangi seseorang kita sadar bahwa dia tidak selamanya di sisi kita. Berdasarkan US Census Bureau – http://www.census.gov/cgi-bin/ipc/pcwe, setiap hari terdapat sekitar 152505 kematian di dunia. Terlalu egois jika kita menganggap kehilangan yang kita alami adalah akhir dari segala-galanya.
Banyak kenangan yang telah kita lalui dengan apa yang pernah kita miliki, yang sekarang telah tiada di dekat kita. Ingin rasanya kembali mengalami masa-masa yang telah lalu. Cobalah mulai menatap ke depan. Cobalah kita mulai melihat apa yang masih kita miliki, menjaganya sepenuh hati, menyayanginya. Keluarga yang masih bersama kita, sayangilah. Jika orangtua kita masih ada, hormatilah. Cobalah sesekali mengirim hadiah. Jika jarak berjauhan, usahakan lebih sering menelpon. Karena kita sadar mereka tidak selamanya bersama kita, maka sayangilah. Karena kita sayang, maka kita jaga dan kita perhatikan.
=========
buat yang pernah kehilangan keluarganya, kehilangan kekasihnya, kehilangan sendal jepitnya, kehilangan masa remajanya bersemangatlah!
== copy aja @ 2009 ==















Recent Comments