Home > sepeda > The Lost Bikes

The Lost Bikes

dsc00403

Awal masuk kuliah sehabis liburan, temen kita, Iman, telah kehilangan sebuah sepeda yang telah menemaninya touring ke WarBan, DownHell Cikole (Downhill pas ujan-ujan, sehari sebelum puasa, gila kan?), bahkan masuk ke PVJ (Paris Van Java—baca:parispanjapa), iyah, serius, kita pernah masuk ke PVJ sambil bawa sepeda kita masuk ke PVJ, bener-bener masuk PVJ sampe ditegur satpam.

Kali ini saya ga bermaksud ngomongin pengalaman kita gila-gilaan sama sepeda (terlalu panjang, mungkin bisa dibikin novel), saya mau ngomongin sepeda ilang. Sepeda Iman ilang sehabis libur lebaran, sepeda Dhito ilang beberapa minggu lalu, sepeda Arif Nanjak ilang minggu ini. Terlalu banyak sepeda ilang untuk kita biarkan begitu saja… Kalo yang nyuri pengendara mobil kita ambil aja mobilnya, kalo pengendara motor kita ambil aja motornya, kalo pejalan kaki, apa hayo..? Kita ihlasin aja, ya nggak lah..

Pokoknya terlalu banyak sepeda ilang, dan ini nggak baik buat gua (yang sering lupa ngunci sepeda dengan baik dan benar). again beberapa sepeda ilang dalam keadaan terkunci, ini nggak fair. Seharusnya pencuri sepeda itu cuma ngambil sepeda yang nggak dikunci lah( seharusnya nggak ngambil sih), harusnya dia ngeliat usaha kita ngejaga sepeda itu, kan juga itu perlu dihargai juga.

Mari kita analisis motif di balik semua pencurian ini. Kemungkinan pertama, desakan ekonomi (entah benar ato salah ini adalah jurus jitu seorang pencuri untuk dikasihani), sepeda dijual untuk biaya hidup. Kemungkinan kedua, naiknya harga BBM, sang pencuri adalah pengendara kendaraan bermotor. Kemungkinan ketiga, kesadaran sang pencuri terhadap pemanasan global, dia pengen ikut ngejaga lingkungan. Kemungkinan keempat, kemacetan kota Bandung yang semakin parah, sepeda relatif lebih bebas macet. Karena kemungkinan kelima bisa jadi semakin ngawur maka kita sudahi saja kemungkinan motif si maling.
Modus pencurian: Pencuri mengawasi keadaan sekitar, gembok sepeda dirusak (langkah ini bisa dilewati kalo sepeda nggak digembok), sepeda dinaikin, sepeda digenjot, sepeda ilang dari tempatnya, selesai..

Melihat tingginya statistika sepeda yang ilang, probabilitas sepeda kita nggak ilang semakin kecil. Untuk memperbesar probabilitas tersebut, kita harus mengambil tindakan untuk membuat sepeda lebih aman, misalnya dengan menitipkannya ke satpam, pasang alarm anti maling, pasang gembok ganda, bawa masuk sepeda ke kelas.

Ingat, hidup ini bagaikan naik sepeda, kehilangan sepeda bisa jadi sesuatu yang fatal. Save the bike, save the world.

ini nih blognya iman (yang keilangan sepeda) : http:// leftolaugh.blogspot.com

Categories: sepeda
  1. cikeledut
    November 27, 2008 at 9:48 am

    wuiiss..judulnya itu lho…pake bahasa inggris…

    kereen..

    wakakakka

    lam kenal

  2. November 29, 2008 at 10:04 am

    kacian…
    beli lagi gih…

  3. wonggoblog
    November 30, 2008 at 5:44 pm

    buat GSS Leces:
    kalo mo kasian ke yang keilangan sepeda aja
    blognya nih : http:// leftolaugh.blogspot.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: